Posted by: Indonesian Children | February 21, 2009

PENTINGNYA KONTAK KULIT DENGAN KULIT SAAT IMD

 

The Importance of Skin to Skin Contact

Jack Newman.BCLAC Newsletter, 2005.

 

Telah banyak penelitian yang berhasil mengungkapkan bahwa ibu dan bayi harus disatukan, bersentuhan antara kulit bayi dengan kulit ibu, dalam kondisi bayi tidak dibungkus apapun. Proses kontak kulit ke kulit ini dilakukan segera setelah sang bayi lahir. Jika ini dilakukan, sang bayi tampak lebih bahagia, suhu tubuhnya lebih stabil dan normal, detak jantung dan irama nafasnya juga lebih beraturan dan stabil. Selain itu kandungan gula dalam darah bayi juga cenderung lebih baik.

Tidak hanya itu, kontak kulit ke kulit segera setelah bayi lahir juga memungkinkan kolonisasi bakteri yang tidak berbahaya dari tubuh ibu ke tubuh bayi. Ditambah dengan proses menyusu dini oleh si bayi, akan sangat bermanfaat bagi bayi untuk menghindari berbagai macam alergi. Kalau bayi ditempatkan pada inkubator, kulit dan usus bayi akan terinfeksi bakteri yang berbeda dengan bakteri dari kulit ibu.

Tidak hanya berlaku pada bayi yang normal, pada bayi-bayi prematur pun hal ini bisa dilakukan. Kontak kulit ke kulit dan metode kanguru, merupakan faktor penting yang dapat mengatasi situasi prematur si bayi. Bahkan jika si bayi harus mendapat pertolongan oksigen dari selang, bayi tetap dapat diberi sentuhan kulit ke kulit dengan ibunya. Dengan kontak kulit ke kulit, bayi prematur yang masih menggunakan selang dapat mengurangi ketergantungannya pada selang oksigen, dan meningkatkan stabilitas kondisi bayi.

Dari sisi menyusui, bayi yang mengalami kontak kulit ke kulit segera setelah dilahirkan paling tidak selama 1 jam, cenderung mampu menemukan sendiri puting ibunya, dan mengambil posisi menyusu dengan benar. Dengan catatan si ibu tidak sedang dalam perawatan medis yang mengharuskannya meminum berbagai obat-obat kimiawi. Bayi yang posisi mulutnya benar pada saat menyusu – diistilahkan sebagai perlekatan – akan mendapat air susu ibunya dengan lebih mudah.

Ketika produksi ASI si ibu berlimpah, bayi dapat memperoleh banyak susu meskipun posisi mulutnya pada areola dan puting ibu tidak sempurna. Tetapi hal ini cenderung berdampak buruk pada ibu, terutama kemungkinan terjadinya penyumbatan pada milk duct dan mastitis.

Pada hari-hari pertama setelah kelahiran, Ibu memang tidak memproduksi banyak susu, tetapi yakinlah bahwa jumlah itu sudah cukup untuk si jabang bayi. Terkadang, meskipun ASI dipompa keluar dan tidak ada yang tampak mengalir, itu sama sekali bukan bukti bahwa ASI tidak ada/tidak cukup. Karenanya, posisi perlekatan yang benar akan sangat membantu bayi memperoleh ASI yang dibutuhkannya, dan itu memang tidak sebanyak yang dibayangkan orang dewasa.

Jika si bayi tidak melekat dengan benar pada payudara ibu, maka Ibu akan merasakan perih pada puting, dan si bayi tidak mendapatkan ASI yang ia butuhkan. Ini mengakibatkan proses menyusui menjadi lebih lama, artinya menambah panjang penderitaan ibu.

Sebagai kesimpulan, ada beberapa butir penting yang perlu dicatat mengenai manfaat kontak kulit ke kulit antara ibu dengan bayi:

·         Lebih mudah untuk melekat pada payudara ibu

·         Kadar gula pada darah bayi lebih tinggi

·         Lebih jarang menangis

·          Lebih mudah untuk menyusui untuk jangka panjang (6 bulan – 2 tahun)

·         Lebih mudah untuk melekat dengan benar

·         Suhu bayi lebih normal dan stabil

Tidak ada alasan yang cukup mendasar bagi sebagian besar bayi untuk tidak dapat melakukan kontak kulit ke kulit dengan ibunya setelah lahir, paling tidak selama 1 jam pertama. Prosedur kelahiran seperti penimbangan bayi, bukan alasan untuk tidak melakukan kontak kulit ke kulit segera.

Bayi hanya perlu dikeringkan sekedarnya, dan langsung dittempatkan pada perut ibunya. Tak seorangpun yang boleh ‘memaksa’ bayi melakukan sesuatu, demikian pula tak seorangpun yang boleh ‘membantu’ bayi untuk menemukan puting ibunya sendiri. Hanya sang ibu, yang berhak memandu sang bayi menemukan putingnya untuk kemudian menyusu. Proses ini memang mutlak milik Ibu dan Bayi, orang lain di sekitar ibu (suami, nenek, bidan, atau dokter) hanya diperlukan untuk berjaga-jaga seandainya terjadi sesuatu yang membutuhkan pertolongan segera. Dan ini memang perlu, terutama jika sang ibu masih memerlukan perawatan medis.

Pemberian tetes mata dan penyuntikan Vitamin K dapat menunggu beberapa jam setelah proses kontak kulit ke kulit ini. Bahkan ibu yang melahirkan dengan proses caesar, kontak kulit ke kulit tetap dapat dilakukan, ketika si ibu sedang dijahit.

Seandainya pada saat kontak kulit ke kulit bayi gagal menemukan puting ibunya dalam 1-2 jam, proses ini tetap sangat berguna bagi bayi dan ibu. Jika hal ini terjadi, tidak perlu panik. Perlu banyak kesabaran dalam hal merawat bayi.

Salah satu mitos yang berbahaya adalah bayi harus disusui setiap tiga jam sekali. Bayi hanya perlu disusui jika menunjukkkan tanda-tanda bahwa ia memang membutuhkannya. Karenanya, sangat perlu mendekatkan bayi dengan ibunya, agar si ibu dengan cepat memahami tanda-tanda khusus dari bayi bahwa ia ingin menyusu.

Berpikir bahwa bayi harus disusui setiap 3 jam, atau berdasarkan jadwal tertentu, akan mengakibatkan bayi merasa ‘dipaksa’ untuk menyusu. Dalam keadaan tidak siap untuk menyusu, bayi akan cenderung menolak jika dipaksa menyusu. Penolakan ini akan semakin berbahaya, karena pada akhirnya bayi akan benar-benar menolak disusui dengan ASI.

 

 

 

Supported  by

INDONESIAN BRESTFEEDING NETWORK (IBN)

Yudhasmara Foundation

Office ; JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 10210

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com,

https://supportbreastfeeding.wordpress.com/

http://childrenallergyclinic.wordpress.com/

 

 

 

 

Editor in Chief :

Dr WIDODO JUDARWANTO  SpA

email : judarwanto@gmail.com

 

 

Copyright © 2009, Indonesian  Breastfeeding Network  Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: