Posted by: Indonesian Children | January 9, 2009

BAGAIMANA WARNA, RASA DAN BAU ASI YANG NORMAL ?

 

KUALITAS FISIK ASI YANG NORMAL

.

.

.

.

.

.

ASI secara fisikakan tampak terpisah menjadi 2 lapisan jika didiamkan selama beberapa lama. Lapisan atas yg biasanya lebih kental warnanya kaya akan lemak. Ini bukan berarti ASI telah basi. Kocoklah perlahan wadah berisi ASI peras tsb, hingga menjadi larutan homogen kembali.

.

Tampilan dari ASI berbeda2 tiap waktu sesuai krn kandungannya pun berbeda2 tiap saat. Termasuk juga kandungan lemak dan warna dari ASI.

  • Jumlah lemak dalam ASI akan fluktuatif dari hari ke hari. Bahkan saat ASI yg keluar di menit2 awal akan berbeda warna dan tampilannya.
  • ASI yang dikeluarkan saat pertama kali proses pemerahan / pemompaan akan terlihat “lebih encer” dari ASI yang dikeluarkan di menit-menit berikutnya. Karena itu disebut FOREMILK (karena kaya akan protein).
  • Sedangkan ASI yg keluar beberapa menit kemudian akan terlihat lebih kental. Atau disebut juga dg HINDMILK (kaya akan lemak).

.

WARNA ASI TIDAK BERKAITAN DENGAN APA YANG DIKONSUMSI IBU !

  • Warna dari ASI tidak tergantung dari apa yg ibu konsumsi.
  • Pewarna makanan dalam minuman soda, minuman buah-buahan dan hidangan penutup yang mengandung gelatin tidak membuat warna ASI menjadi pink atau oranye kemerahmudaan. ASI yang berwarna hijau tidak ada kaitannya dengan ibu yang mengkonsumsi minuman kesegaran yang berwarna hijau, rumput laut, atau sayuran berwarna hijau. Karena, dalam saluran cerna jenis makanan tadi akan diserap di usus halus dan masuk ke pembuluh darah dan sebagian masuk ke ASI, dalam proses tersebut warna sudah sangat berubah.
  • ASI yang berwarna pink mengindikasikan adanya darah dalam ASI. Hal ini dapat terjadi jika ibu mengalami dengan atau tanpa puting lecet. Jika puting ibu lecet dan berdarah, ibu dapat menghubungi klinik laktasi untuk mendapatkan saran penyembuhan. Darah dalam ASI tidak berbahaya bagi bayi, dan ibu dapat terus menyusui bayinya. Jika darah dalam ASI tidak juga membaik dalam waktu 2 minggu, segera konsultasikan dengan dokter.

.

Aroma atau rasanya yang NORMAL

  • Dalam keadaan baik ASI segar berbau dan beraroma manis.
  • ASI beku yang dicairkan kadang akan beraroma spt sabun dan terkadang bayi tidak mau meminumnya. Hal ini disebabkan perubahan struktur lemak dalam ASI akibat perubahan suhu yg mendadak. Sehingga proses kerja enzim lipase terganggu. Krn itu tidak disarankan memanaskan ASI peras/pompa pada suhu tinggi, ataupun setelah dipanaskan langsung dibekukan kembali.
  • Jika ASI peras berbau asam, pahit dan anyir maka bisa jadi ASI telah basi maka sebaiknya dibuang. Selama ASI peras/pompa disimpan sesuai dengan rekomendasi penyimpanan yang baik dan benar maka ASI biasanya tidak akan basi.
  • Bila ASI beku ataupun ASI yang disimpan di refrigerator selama beberapa waktu, berbau atau terasa seperti sabun, asam atau tengik, kadang bisa karena kandungan enzim lipase di ASI dalam jumlah berlebih. Sehingga lemak dalam ASI akan dipecah oleh enzim tersebut sesaat setelah ASI diperah. Umumnya bayi tidak mempermasalahkan dengan sedikit perubahan bau dan rasa itu, dan tidak berbahaya bagi sang bayi.
  • TETAPI jika perubahan bau dan rasa terasa sekali, maka bayi akan menolaknya, dalam keadaan seperti ini sebaiknya ASI jangan diberikan lagi, dan evaluasi cara dan kondisi penyimpanan apakah sudah baik dan benar.
  • Bila ensim lipase saya berlebih atau ASI mulai terasa dan berbau asam atau tengik dapat dicegah dengan cara setelah diperas sebelum disimpan dapat dipanaskan (hingga hampir mendidih) agar lipase berhenti bekerja (inactivated) sehingga proses pemecahan lemak terhenti.

CARA PEMANASAN ASI

  • RENDAM ASI DALAM AIR PANAS DALAM BEBERAPA SAAT hingga ASI terasa hangat
  • BILA ASI ASAM : Panaskan ASI pada suhu 180 F (82 C), atau hingga tampak sedikit gelembung di pinggir panci, JANGAN sampai mendidih secara keseluruhan. Segera dinginkan dan simpan ASI.
  • Pemanasan ini akan merusak kandungan zat anti bodi atau zat kekebalan
  • Bile salt-stimulated lipase (BSSL) dalam ASI dapat juga dirusak pada pemanasan suhu 62.5 C selama 1 menit atau pada 72 C selama lebih dari 15 detik.

 

Supported  by

INDONESIAN BRESTFEEDING NETWORK (IBN)

Yudhasmara Foundation

Office ; JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 10210

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com,

http://supportbreastfeeding.wordpress.com/

 

 

 

Editor in Chief :

Dr WIDODO JUDARWANTO  SpA

email : judarwanto@gmail.com

 

 

Copyright © 2009, Indonesian  Breastfeeding Network  Information Education Network. All rights reserved.

 

 

 

 


Responses

  1. lalu bagaimana kah cara penyimpanan ASI yang benar?
    brarti tidak boleh langsung ditaruh di freezer yah??..
    jadi ditaruh dikulkas biasa terlebih dahulu utk kmudian ditaruh di freezer??..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 35 other followers

%d bloggers like this: